Tampilkan postingan dengan label Anton Medan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anton Medan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Desember 2010

Kisah Sepotong Opor Ayam

Teruntuk Belahan Jiwaku
Oleh:  Anton Medan )*
Istriku!
Dengan senyummu
tegak langkahmu
tekad jiwamu
nurani perasaanmu
membuahkan tawadu’  dan istiqamahku
memacu semangatku mengebu-gebu
menghadapi dunia yang angkuh

Istriku!
Aku selalu bertanya
mengapa keangkuhan dan kejahatan mesti dilahirkan
sementara aku sendiri tidak menyukai kejahatan

Istriku!
Seandainya saja bau masakan tetangga
tidak tercium di hidung anak kita
pasti dia tak merengek minta opor ayam
dan aku tidak perlu mencuri ayam untuknya

Istriku!
Sungguh aku tak pernah menangis
waktu dipukuli polisi karena mencuri ayam
Yang kutangisi hilangnya senyum anak kita
karena tak bisa mencicipi opor ayam
)* Maaf hari ini tak ada artikel catur. Tapi sepenggal puisi jujur bagi sang kekasih dari seorang jagoan yang tobat. Dikutip dari buku Anton Medan, “Pergolakan Jiwa Seorang Narapidana, episode V MAFIA CINA DARATAN,”penerbit Pustaka Firdaus, April 1997.
****