Tampilkan postingan dengan label blog catur indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label blog catur indonesia. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Desember 2010

Leonardo Da Vinci Pembuat Ilustrasi Catur Pertama

28 Februari 2008


Leonardo Da Vinci, pelukis ‘Perjamuan Terakhir’ atau The Last Supper, lagi-lagi bikin kejutan.
leonardo_da_vinci_last_supper.jpg
Baru-baru ini para peneliti meyakini Leonardo Da Vinci merupakan pelukis ilustrasi buku pertama tentang bagaimana bermain catur, yang baru saja ditemukan dalam sebuah manuskrip tua Italia yang telah lama menghilang.
leonardoselfportrait.jpg
Da Vinci merupakan kawan dekat ahli matematika Italia sekaligus pendeta Fransiscan, Luca Pacioli, penulis manuskrip yang baru saja ditemukan tersebut.

Menurut para ahli, Pacioli menulis buku –sebuah buku kumpulan permainan berjudul “De ludo scacchorum” yang baru dtemukan tahun lalu— itu pada tahun 1.500.

Notasi permainan dalam manuskrip tua itu amat mirip dengan notasi permainan catur yang kini bisa ditemui di koran-koran serius macam The Guardian atau The New York Times.

Sejauh ini, tiga halaman manuskrip itu telah dipublikasikan ke publik. Halaman itu menunjukkan gambar diagram atau papan catur yang dilukis secara hati-hati.

Masing-masing halaman itu menampilkan sebuah soal permainan catur, yang digambarkan Pacioli melalui sebuah solusi skak mat dalam rangkaian gerakan bidak-bidak catur.
manoscritto.jpg
Raja, ratu, gajah dan kuda digambarkan melalui simbol-simbol berbeda dan diberi warna hitam dan merah menyala. Perbedaan simbol itu memperlihatkan gambar ini dikerjakan secara serius oleh seorang seniman secara hati-hati.

Para ahli sendiri meyakini gambar-gambar di manuskrip tua itu dilukis oleh Leonardo Da Vinci. Namun untuk lebih meyakinkan, mereka berencana bertemu dengan koleganya di Amerika untuk bertindak sebagai penilai independen.

Manuskrip tua ini sendiri ditemukan setahun lalu di antara ribuan naskah tua dalam sebuah perpustakaan pribadi di Gorizzia, timur laut Italia.

Pacioli dan Leonardo Da Vinci telah sering terlibat kerjasama untuk beberapa pekerjaan pada tahun 1.500. Da Vinci merupakan ilustrator karya matematika legendaris temannya itu saat menemukan Hukum Tuhan: Proporsi Abadi (De Divina Proportione).
leonardo-da-vinci.jpg
Bagi pembaca buku “Da Vinci Code” karangan Dan Brown, tentu faham tentang rumus Proporsi Abadi. Proporsi ini merupakan rumus Tuhan untuk membuat proporsi tubuh manusia yang dilukis secara jenial oleh Leonardo Da Vinci.

Diduga, Leonardo mengerti permainan catur dan kemungkinan besar ia juga sering memainkannya.
Ia memiliki sebuah referensi untuk istilah teknis dalam permainan catur yang bisa didapati dari naskah-naskah yang pernah ia buat.

Salah satu naskah Da Vinci tentang catur yang dapat diselamatkan itu berada dalam buku “De ludo scacchorum.”

Dan, jika kemudian dugaan para peneliti benar bahwa lukisan itu merupakan buah tangan Leornardo Da Vinci, maka naskah tua itu harganya tak ternilai.


Lihat juga:
Catur sebagai Perang
Catur, Strategi dan Taktik
Fischer Dalam Ingatan
Saat Elmaut Menolak Tawaran Draw Soeharto
Asal-Usul Catur

***

Obituari Bobby Fischer

20 Februari 2008


Bobby Fischer, seorang pecatur antikemapanan, meninggal 17 Januari lalu, dalam usia 64 tahun.

Wajah sedih Fischer.

The Economist edisi 24 Januari 2008

Banyak orang datang untuk bertemu Bobby Fischer. Dan dia selalu siap menemui mereka. Dalam kopernya ia selalu menyimpan botol-botol berisi pil vitamin, obat herbal dan sebotol jus jeruk besar. Itu ia lakukan dalam upaya mengusir racun makanan yang biasa ia santap.

Benda-benda kenangan bersejarah miliknya –notasi pertandingan, album foto, surat dari Presiden Nixon—tersimpan aman di belakang laci penyimpanan yang memiliki dua kombinasi 10 angka di ruang khusus penyimpanan Pasadena, California.

Pada akhirnya, seperti yang ia ungkapkan saat menjadi host bincang-bincang radio di Hungaria dan Filipina, hal itu tak bisa menyelamatkan rahasianya dari Rusia, kaum Yahudi, atau “mata-mata CIA yang bekerja untuk Yahudi.” Namun, setidaknya, ia sudah mencoba.

Ia juga pernah mencoba berhenti main catur. Sebelum mendapat gelar juara dunia setelah menumbangkan Boris Spassky di Reykjavik tahun 1972, ia sempat menepis kamera TV dengan tangannya. Ia merasa sorot kamera itu terlalu terang, membuat pantulan cahaya di papan catur.

Fischer terus menolak dokumentasi TV sampai ia berhasil memenangkan pertandingan pertama dari tujuh kemenangan berturut-turutnya di hadapan penonton. Pada babak ketiga ia juga sempat mendesak menggunakan ruangan kecil, di mana ia bisa berpikir lebih tenang.

Ia memang selalu bermain bagus dalam suasana suram. Dalam pertandingan bersejarah itu, ia seperti mengalami kelahiran baru di alam semesta: ruang kaca Marshall Chess Club di New York City, ketika seorang bocah kabur dari sekolah untuk menghabiskan paginya membaca buku catur lama yang memuat pertandingan abad 19. Pada sebuah meja di Perpustakaan Umum New York, Fischer biasa tenggelam berjam-jam mendalami sejarah, pembukaan dan strategi catur.

Atau, saat ia berjalan-jalan ke rumah kerabat di kawasan Broklyn, tempat ibu dan saudara perempuannya tinggal, ia akan menyusun papan catur di samping kasur, hingga lupa matahari sudah lama tenggelam saat ia asyik melawan dirinya sendiri.

Jika anda bisa melihat ke dalam otaknya, seperti juga harapan lawan-lawan bermainnya, anda akan menemukan keutamaan penyerangan dan bertahan setiap saat ia melangkah. Mungkin, lewat sebuah gerakan langsung benteng atau manuver gajah/patih. Atau kombinasi keduanya seperti pembukaan favoritnya, pembukaan Ruy Lopez.

Atau melalui bayang-bayang ratu untuk melindungi setiap gerak pion dalam versi “beracun” Sisilia, atau ribuan varian lainnya. Di Reykjavik, saat Boris Spassky yang mendapat nasihat dari 35 grand master Rusia, Fischer hanya mengandalkan sebuah buku catatan dan tak memiliki penasehat ahli. Ia cuma bermodal tampang sedih serta kecerdasan pikiran. Dan, ia menang.

Kemenangan itu membuatnya menjadi pahlawan pada era perang dingin. Ia mewakili seorang pecatur individual kaya trik saat berhadapan dengan pecatur yang menjadi mesin kenegaraan. Dan Amerika berhasil mempermalukan Uni Sovyet dalam permainan favorit bangsa itu.

Permainan Fischer memang elegan dan kejeniusan sudah nampak pada masa mudanya: ia meraih gelar grand master pada usia 15 tahun dan 20 kali menang berturut-turut di tingkat kejuaraan dunia 1968-1971. Namun Fischer tetap saja seorang pecatur tampan yang antikemapanan.

Tujuan utamanya bermain catur, seperti sering Fischer ungkapkan, tidak hanya untuk memenangkan pertandingan. Tapi juga untuk menghancurkan pikiran lawan sebelum pikiran lawannya sempat menggeliat. Tujuan lainnya, dalam gaya hidup kapitalis, adalah untuk menjadi kaya raya.

Atas desakan Fischer pula, hadiah uang di kejuaraan dunia catur bertambah dari 1.400 $US menjadi 250.000 $US. Saat melakukan pertandingan ulang dengan Boris Spassky tahun 1992, yang juga ia menangkan, Fischer bisa mengantungi uang hingga 3,5 juta $US. Di beberapa turnamen catur sesudahnya, termasuk di Qatar atau Cesar Palace, ia juga menerima uang penampilan saat penonton melihat permainannya.

Mengikuti turnamen catur adalah cara Fischer. Apalagi setelah pada tahun 1975 ia menolak bertanding sehingga gelar juara dunia caturnya dicopot. Belakangan ia banyak membuat pernyataan kontroversial sehingga menambah deretan musuh baru baginya. Sampai-sampai menjelang akhir hidupnya, hanya pulau Islandia –yang terkenal dingin– yang masih mau menerima kehadirannya.

Apa yang menjadi kesalahan utama Bobby Fischer sampai sekarang masih menjadi perdebatan. Kombinasi kecerdasan dan disfungsi sosial pada masa kanak-kanak sempat membuat ia diduga menderita autis. Namun ia tumbuh seperti anak normal lainnya: menikmati komik Superman dan sering menonton pertandingan hockey.

Ia tumbuh di era tahun 1960 saat Gereja Tuhan Sedunia berkembang. Dari sini pula barangkali ia belajar membenci dan menolak kaum Yahudi, meski ia sendiri keturunan Yahudi. Ibu kandungnya keturunan Yahudi totok. Ibunya sempat membawa dia ke psikolog karena dianggap memiliki kelainan akibat perhatiannya pada catur, sampai-sampai Fischer selalu membawa papan catur ukuran saku di kantungnya saat makan malam keluarga.

Kemungkinan lain –seperti pernah disampaikan beberapa orang— ia gusar saat melihat sambutan dingin pemerintah Amerka ketika ia mengalahkan Spassky kedua kalinya dalam sebuah pertandingan ulang tahun 1992. Padahal ia harus bermain diam-diam alias penuh kerahasiaan di bekas negara Yugoslavia.
Fisecher pernah menyatakan pemerintah Amerika ”bertanggungjawab” bila ia mati. Ia juga menyebut serangan teroris tahun 2001 ke World Trade Center sebagai ”kabar bagus.” Setelah semua jasa-jasanya di dunia catur, untuk pertama kalinya, air dingin, bak menyapu jejak-jejak kebaikannya yang tertera di atas pasir.

Barangkali, pada akhirnya, kesulitan-kesulitan itu muncul karena: catur itu –seperti sering ia ungkapkan– adalah kehidupan. Tidak yang lain.

Fischer memang tidak terlalu bagus untuk hal lain. Tidak pada saat ia duduk di bangku sekolah, tidak juga saat ia mengerjakan profesi lain. Ia juga tak pernah menikah. Ia hanya menaruh perhatian serius setiap menit hidupnya pada keberadaan 32 buah bidak catur di 64 kotak hitam-putih. Ia bermimpi memiliki sebuah rumah di kawasan Beverly Hills yang dibangunnya dari hasil memindahkan sebuah benteng.

Tanpa menafikan latar belakang ini, ia tetap salah satu pecatur dunia paling kreatif. Tak seorang pun bakal melupakan permainan caturnya yang mengambarkan taktik jenialnya.

Kebanyakan kejuaraan dunia sekarang, klaim Fischer, merupakan hasil penataan baru, membuktikan bahwa ”catur tua” sudah mati. Semua permainan tingkat tinggi kini mengarah ke hakekat catur.

Ia memperkenalkan sebuah versi baru, Fischer Random, saat buah hitam memiliki kans menang walau tertinggal satu langkah dari putih. Ya, garis itu kembali dihidupkan Fischer sekaligus mengingatkan aturan klasik catur: menyerang, bertahan, memakan, dan melakukan pengorbanan.

Kemenangan catur pada akhirnya adalah akumulasi seluruh upaya yang telah dikeluarkan. Dari sisi ini, dan dari peperangan yang ia kobarkan, Fischer tak pernah berusaha lari.


Lihat juga:

Wafatnya Bobby Fischer

Boris Spassky Kunjungi Makam Fischer
Fischer Dalam Ingatan
Mengenang Duel Fischer-Spassky
Bila Karl Marx Bermain Catur

***

Asal Usul Catur

18 Februari 2008

Permainan catur menurut Wikipedia pertama kali ditemukan di masyarakat Persia dan Arab. Kata ’catur’ itu sendiri berasal dari kata ’chaturanga,’ yang dalam bahasa Sanskrit berarti empat divisi ketentaraan.
Papan catur.
Catur kemudian menyebar ke seluruh dunia dengan pelbagai varian permainan sampai kemudian kita kenal seperti sekarang.

Permainan ini menyebar sampai ke Timur Jauh dan India dan menjadi salah satu pelajaran di keluarga kerajaan dan ningrat Persia. Pemuka agama Budha, pedagang yang lalu-lalang di Jalan Sutra mulai menggunakan papan catur untuk permainan ini.

Chaturanga masuk ke Eropa melalui Kerajaan Byzantine Persia, dan menyebar ke Kekaisaran Arab. Pemeluk agama Islam kemudian membawa catur ke Afrika Utara, Sisilia, dan Spanyol pada abad ke-10.
Permainan ini kemudian menjadi populer di Eropa. Dan, pada akhir abad 15, permainan ini lolos dari daftar permainan yang dilarang Gereja. Pada abad modern mulai lahir buku-buku referensi catur, kemudian penggunaan jam catur, serta sejumlah aturan permainan dan pemain-pemain hebat.


India
Asal-usul catur modern semula dikenal dengan nama Charuranga, yang berkembang di India pada abad ke-6. Sejak awal permainan ini sudah memperkenalkan dua pihak yang bermain, perbedaan buah catur dengan kekuataan yang berbeda, dan kemenangan tergantung pada buah terakhir, atau dalam catur modern ditandai dengan tumbangnya sang raja. Dalam catur kuno, papan catur memiliki 100 kotak atau malah lebih.

Pada awal abad 19, sebuah pendapat disampaikan Kapten Hiram Cox dan Duncan Forbes bahwa dulu catur dimainkan 4 orang sekaligus, termasuk empat pemain dalam chaturanga.

Dalam terminologi sanskrit, ”Chaturanga” berarti ”memiliki empat bagian” dan dalam puisi epos kepahlawanan kata itu juga berarti ”tentara.” Nama itu sendiri bersumber dari sebuah formasi pertempuran dalam epos Mahabrata yang terkenal di India. Chaturanga adalah sebuah simulasi permainan perang guna memperlihatkan kekuatan strategi militer India saat itu.

Ashtāpada, kotak 8 x 8 di sebuah papan merupakan tempat bermain Charuranga. Papan lain yang dikenal di India adalah Dasapada 10 x 10 dan Saturankam 9 x 9.

Ilmuwan Arab Abu al-Hasan ‘Alī al-Mas’ūdī memberi rincian tentang penggunaan catur yakni sebagai sebuah alat strategi militer, matematik, perjudian dan terkadang dihubungkan dengan ramalan nasib di India dan tempat lainnya.

Catatan Mas’ūdī juga menunjukkan Ivory di India merupakan daerah produsen alat permainan catur untuk pertama kali, dan menyebarkan serta memperkenalkan permainan ini dari Persia ke India semasa Kerajaan Nushirwan.

Kemudian terjadi evolusi pada permainan chaturanga yang dikenal dengan nama Shatranj (chatrang), yakni sebuah permainan dua orang pemain yang kekalahan dan kemenangan ditentukan melalui pembersihan terhadap semua bidak lawan (kecuali raja) atau melalui penaklukan terhadap raja lawan. Posisi pion dan kuda tidak berubah, tapi bidak lain mengalami perubahan bentuk.


Timur Tengah
Karnamak-i Ardeshir-i Papakan, seorang pendiri Kekaisaran Sassanid Persian di Irak memperkenalkan permainan chatrang sebagai salah satu cara agar rakyat mengenangnya sebagai seorang pahlawan legendaris. Catatan tertua tentang permainan ini dibuat pada abad ke-10 yakni notasi permainan antara seorang sejarawan Baghdad dan muridnya.

Pada abad ke-11, Ferdowsi menuturkan seorang Raja datang dari India untuk melakukan pertandingan di papan catur. Kisah ini diterjemahkan dalam Bahasa Inggris berdasar manuskrip British Museum.
Suatu hari seorang duta besar Raja Hindu datang ke persidangan Persia di Chosroes, dan setelah berbasa-basi, duta besar itu mempersembahkan sebuah papan catur yang terbuat dari kayu eboni dan gading.
Ia lalu melontarkan tantangan: “Oh raja yang besar, temukanlah orang-orang terpandai dan terbijak untuk memecahkan misteri permainan ini. Jika mereka berhasil sesembahan kami Raja Hindu akan memberikannya gelar. Namun jika ia gagal hal itu membuktikan tingkat kepandaian penduduk Persia lebih rendah dan kami akan meminta petunjuk dari Iran.”

Utusan itu kemudian menunjukkan papan catur yang ia bawa. Sehari kemudian, setelah berpikir keras, Buzurjmihir, berhasil memecahkan misteri itu dan kemudian mendapat gelar seperti yang dijanjikan.


Eropa
Variasi charunga masuk ke Eropa melalui Persia, seiring penyebaran pengaruh Kerajaan Byzantine dan perluasan Kekaisaran Arab. Catur masuk ke Eropa Selatan pada akhir milenium pertama.

Terkadang catur dibawa oleh pasukan yang menduduki tanah jajahan baru, seperti saat Normandia memasuki wilayah Inggris. Catur semula kurang populer di Eropa Utara –yang tak terbiasa berpikir abstrak— namun perlahan-lahan menjadi populer saat bidak figuratif dikenalkan.

Nilai sosial menjadi kelebihan permainan ini –pada masa lalu permainan ini dikaitkan dengan kehormatan dan kebudayaan tinggi— sehingga beberapa papan catur dibuat dari bahan istimewa dan berharga mahal. Popularitas catur melemah di masyarakat Barat antara abad 12 sampai 15 M. Saat itu buku catur biasanya ditulis dalam bahasa Latin.

Pada perkembangannya catur kemudian dihubungkan dengan gaya hidup ksatria Eropa. Peter Alfonsi dalam bukunya Disciplina Clericalis, memasukkan catur ke dalam tujuh keahlian yang harus dimiliki seorang ksatria.
Ksatria bermain catur.
Simbol-simbol perwira dan ketentaraan mulai masuk dalam catur. Raja Henry I, Raja Henry II dan Raja Richard I dari Inggris merupakan patron catur masa itu. Kerajaan lain yang menaruh perhatian serius pada permainan ini adalah Raja Alfonso X Spanyol dan Raja Ivan IV dari Rusia.

Saat gereja mengeluarkan larangan terhadap berbagai permainan di masyarakat, catur lolos dari daftar hitam. Santo Peter Damian mengumumkan permainan ini menjauhkan dampak buruk bagi masyarakat. Bishop Florence itu membela permainan ini karena melibatkan keahlian serta “tidak seperti permainan lainnya.”

Pada abad ke 12, buah catur mulai tetap, menjadi raja (king), ratu (queen), gajah/patih (bishops), kuda (knights) dan benteng (rooks). Bidak/pion (pawn) mulai dihubungkan dengan pasukan infantri.
Perbandingan terminologi catur menurut Sanskrit, Arabic, Latin dan English


Sanskrit Arabic Latin English
Raja (King) Shah Rex King
Mantri (Minister) Firz (Vizir) Regina Queen
Gajah (war elephant) Al-Phil Episcopus Bishop/Count/Councillor
Ashva (horse) Fars Miles Knight
Ratha (chariot) Rukh Rochus Rook
Padati Baidaq Pedes Pawn

Pada abad pertengahan, permainan ini berjalan lama, bahkan ada permainan yang baru selesai setelah diadakan berhari-hari lamanya. Peraturan tentang pembatasan waktu baru mulai diperkenalkan tahun 1.300. Aturan pion/bidak boleh melangkah dua bidak saat pertama kali melangkah juga diperkenalkan.

Pada tahun 1.475 terjadi evolusi permainan catur. Mulai diperkenalkan konsep langkah Ratu –buah yang paling kuat—serta mulai diperkenalkan konsep promosi pion yang bisa berubah menjadi ratu. Gajah perang dalam chatunga juga berubah istilah menjadi bishop. Dengan demikian skak mat menjadi lebih mudah di permainan ini dan mengurangi secara drastis langkah-langkah yang diperlukan.

Seorang pemain Italia, Gioacchino Greco, tercatat sebagai pecatur profesional pertama dalam sejarah permainan ini. Ia menulis buku catur dan menampilkan beberapa komposisi permainan serta analisis catur. Karya ini membuat catur menjadi permainan populer serta mulai menunjukkan teori, taktik dan strategi permainan ini.

Karya pertama yang memuat berbagai variasi dan kombinasi kemenangan ditulis oleh François-André Danican Philidor dari Prancis. Ia menunjukan permainan catur terbaik selama 50 tahun terakhir dan buku itu dipublikasi pada abad 18. Bukunya berjudul L’Analyze des échecs (Analisa Catur), sebuah buku berpengaruh hingga dicetak ulang sampai 100 kali.


Era Modern
Kompetisi catur mulai digelar tahun 1.834 dan tahun 1.851 Turnamen Catur London mulai mengenalkan pembatasan waktu bagi setiap pemain.

Dalam catatan pertandingan seorang pemain terkandang menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk menganalisa satu langkah. Tapi di turnamen catur London seorang pecatur hanya diperbolehkan menghabiskan waktu 2 jam 20 menit untuk mengambil satu langkah.

Pada perkembangannya, mulai diperkenalkan catur cepat: catur 5 menit. Namun yang populer adalah aturan dua jam bagi setiap pecatur untuk melangkah sebanyak 30 kali. Pada varian akhir, seorang pemain yang gagal memenuhi kewajiban itu akan mendapat penalti.

Di tahun 1.861 turnamen catur dengan pembatasan waktu mulai dimainkan di Bristol, Inggris. Alat waktu yang digunakan adalah jam pasir.

Jam catur modern dengan dua tombol lalu ditemukan untuk memudahkan permainan ini. Seorang pemain bisa menghentikan jarum jamnya saat ia selesai melangkah. Jam catur yang dilengkapi tanda –bendera jatuh– bagi pemain yang melampaui batas waktu juga mulai dikenal pada akhir abad 19.


Lihat juga:
Catur sebagai Permainan Strategi
Catur sebagai Perang
Polgar: Catur Alat Pendidikan Yang Indah
Catur, Strategi dan Taktik

Aden Kruger (14), Pengajar Dasar-Dasar Catur

***