Tampilkan postingan dengan label magnus carlsen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label magnus carlsen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Desember 2010

Magnus: Catur Permainan Perang

Pada usia 13 tahun, dia sudah mencatatkan diri sebagai grand master catur termuda ketiga dalam sejarah. Beberapa pecatur top dunia sudah dia tumbangkan. Dan pada tanggal 1 Januari 2010 kemarin, Magnus Carlsen, pecatur Norwegia yang kini berusia 19 tahun, menjadi pecatur termuda dalam sejarah yang berhasil menempati peringkat satu rating yang dibuat Federasi Catur Sedunia (FIDE). MajalahTime terbaru mewawancarainya. Berikut pengakuan Magnus Carlsen.
Ketika Anda berada di peringkat satu  pecatur dunia, apa Anda merasa 40.000 kali lebih pandai ketimbang mereka?
Ya, ini memang terlihat sedikit aneh. Saya mencoba mengatakan pada publik bahwa saya sama seperti mereka. Saya bukan orang aneh. Saya mungkin pemain catur yang baik, tetapi saya manusia normal.
Anda bukan intelek yang normal. Berapa langkah ke depan yang biasanya Anda kalkulasi saat bermain?
Terkadang 15 sampai 20 langkah ke depan. Tetapi triknya adalah selalu mengevaluasi posisi pada akhir kalkulasi.
Pelatih Anda, bekas juara dunia Garry Kasparov, mengatakan kekuatan Anda bukan pada kalkulasi langkah, tetapi kemampuan intuisi Anda, meski tujuan akhirnya belum jelas. Benarkah demikian?
Saya memang memiliki kemampuan alamiah untuk setiap posisi dan di mana seharusnya saya meletakkan buah catur. Kadang Anda harus memilih langkah yang Anda rasa benar; inilah intuisi. Tapi ini sulit dijelaskan.
Apakah Kasparov memberitahu Anda hal-hal di luar catur, dan sikap pembangkangannya dalam dunia politik di Rusia?
Dia guru catur saya. Ketika dia bersaing dengan Putin, saya tidak ingin ikut campur.
Grand master Inggris Nigel Short mengatakan program komputer catur, yang kerap kali mengalahkan pemain hebat manusia, telah mengambil alih misteri permainan ini. Ia mengatakannya seperti “peta petunjuk di hutan Amazon.” Apa pendapat Anda tentang hal ini?
Saya bisa menangkap maksudnya. Setiap pemain amatir sekarang dapat mengakses pertandingan tingkat tinggi, dan menganalisa misteri di balik setiap langkah dengan bantuan evaluasi komputer. Tapi saya tidak takut komputer akan mengambil alih semua ide dan tak meninggalkan sisa lagi bagi imajinasi.
Apakah Anda menggunakan komputer dalam studi catur Anda?
Saya tidak menggunakan papan catur manual saat saya tengah belajar sendiri. Banyak orang datang ke rumah saya dan bilang “Kamu pasti punya banyak papan catur.” Saya katakan, “Hem, barangkali saya punya satu tapi entah di mana sekarang, saya tidak begitu yakin.”
Anda melihat catur sebagai permainan perang atau permainan seni?
Perang. Saya mencoba mengalahkan seseorang yang duduk di seberang saya dan memilih langkah yang tidak enak buat dia dan merusak gaya permainannya. Tentu saja, ada beberapa permainan catur yang begitu indah seperti sebuah seni, tapi bukan itu tujuan saya.
Apakah Anda punya penjelasan mengapa hanya sedikit pecatur wanita yang berada di kalangan elit pecatur?
(Pecatur Hungaria) Judit Polgar adalah salah satu pecatur wanita di 10 besar dunia, tetapi saya tidak tahu mengapa tidak banyak pecatur wanita di peringkat elit itu. Saya juga menentang pendapat kebanyakan orang, saya tidak yakin ini karena alasan genetik.
Anda tidak membeli buku psikologi yang menjelaskan bahwa secara insting wanita tidak suka melakukan pengorbanan?
Nyatanya, banyak pecatur wanita memainkan permainan agresif. Maka saya tidak membeli buku itu.
Catur banyak memiliki jenius, yang terkenal di antaranya adalah Paul Morphy dan Bobby Fischer, yang kemudian menghilang karena gila. Apa Anda tidak takut akan jadi seperti mereka?
Sulit untuk meramalkan masa depan, tetapi sekarang saya tidak melihat diri saya tengah menuju kegilaan. Memang amat mudah terobsesi dengan catur. Inilah yang terjadi pada Fischer dan Morphy. Saya tidak memiliki obsesi yang sama. Saya hanya mencintai permainan ini, dan mencintai kompetisi, tetapi saya tidak tergila-gila seperti mereka. (TIME/SM/7 Januari 2010)
*****

Magnus Carlsen, Raja Catur 2010

5 Januari 2010
VLADIMIR Kramnik, bekas juara dunia catur dan peringkat 4 dunia, tengah bermain di ronde pertama London Chess Classic, turnamen catur paling kompetitif di ibu kota Inggris selama 25 tahun terakhir. Ia tinggi, tampan dan berwajah dingin. Dia cocok dengan permainan itu: seperti seorang pembunuh canggih. Hari itu, dia tengah menyusun sebuah serangan mematikan secara perlahan dan metodis.

Lawannya, adalah seorang anak muda yang terlihat sulit untuk diam. Magnus Carlsen seperti anak muda lainnya, selalu bergerak-gerak di kursinya. Ia kerap berdiri dan berjalan ke sisi lain ruangan. Melihat-lihat notasi dalam ukuran besar yang mengambarkan langkah kedua pecatur itu untuk penonton. Lalu kembali ke meja untuk menggerakkan buah caturnya. Ia menggerakkan buah caturnya perlahan-lahan. Dan pada langkah ke 43, sebuah serangan mendadak Carlsen membuat Kramnik kehilangan akal. Kramnik mulai kehilangan kendali posisi. Pria tampan itu menyerah. Carlsen menang…
Seorang jenius, memang bisa muncul di mana saja. Tetapi bakat asli Carlsen tumbuh secara misterius. Pada usia 19 tahun, di awal tahun 2010 ini, Magnus Carlsen, berjalan ke sebuah dekade baru. Menurut rating FIDE (Federasi Catur Internasional) dia mendapat 2810 poin dan menempatkan dia di posisi nomer satu pecatur dunia! Peringkatnya lima poin di atas Vaselin Topalov dan 20 poin di atas juara dunia catur Vishy Anand. Sebuah pencapaian mengejutkan!
Ini sebetulnya bukan hal baru. Sejak bulan November 2009, Carlsen, yang saat itu masih berusia 18 tahun, sebenarnya telah menjadi pecatur termuda di dalam sejarah yang menduduki peringkat pertama FIDE. Dia berasal dari Norwegia, sebuah “negara kecil, dengan jumlah pecatur sedikit dan hampir tak ada sejarah kesuksesan,” kata grand master Inggris, Nigel Short.
Dan, tidak seperti anak ajaib lain yang bermain catur secara penuh pada usia 12 tahun, Carlsen masih tetap duduk di bangku sekolah hingga akhir tahun lalu. Ayahnya, Henrik, seorang insinyur, berkata dia sering mengingatkan anaknya untuk lebih dulu mengerjakan PR ketimbang bermain catur. Sampai sekarang pun, Henrik sering menyela keasyikan Carlsen bermain catur dengan mengajaknya keluar rumah bersama keluarga untuk piknik ke museum. “Saya masih sering mengajaknya,” kata Henrik. “Karena bukan catur yang kami inginkan ada di pikiran Magnus.”
Bahkan, pecatur profesional terkejut dengan kemunculan Carlsen. Ia menjadi grand master pada usia 13 tahun –pecatur ketiga termuda dalam sejarah– dan menjadi pemain catur top dunia pada usia 15 tahun. Karena itu Carlsen sering disamakan dengan Mozart, jenius musik klasik yang mulai memperlihatkan kejaiban pada usia muda.
Pada bulan September 2009, ia mengumumkan sebuah kontrak pelatihan dengan Garry Kasparov, seorang pemain catur terhebat dalam sejarah, yang berhenti bermain catur pada tahun 2005 dan memilih menjadi politikus di Rusia. “Sebelum dia berhenti bermain catur,” kata Kasparov, “Carlsen akan merubah permainan klasik ini secara drastis.”
Saat diwawancara, Carlsen hanya menunjukkan sedikit bakat kejeniusannya. Ucapannya, seperti juga gaya permainan caturnya, sangat teknis, miskin gramatika dan kerap tidak logis. Dia memang menggunakan pakaian formal, memakai jas. Tapi dia nampak tersiksa. Sebagai anak muda, dia juga jarang melihat mata lawan bicaranya.
Carlsen bergabung ke elit catur dunia dalam waktu yang tak terduga. Ia adalah satu generasi pecatur yang belajar permainan ini dari komputer. Sampai hari ini, ia tidak yakin masih memiliki papan catur sungguhan di rumahnya. “Saya barangkali masih punya  papan catur. Tapi entah di mana benda itu sekarang,” katanya. Program catur hebat, yang sekarang rutin mengalahkan pemain catur manusia, telah membuat seorang grand master belajar ke tingkat yang lebih mendalam tentang sebuah posisi bidak. Nigel Short berkata banyak pemain top dunia kini menghabiskan waktunya mencoba sebuah langkah berulang-ulang dengan program komputer itu sehingga berhasil menguak misteri langkah catur. Ia menyamakan program komputer catur sebagai “peta di dalam hutan belantara Amazon.”
Namun Kasparov mengungkapkan, kejeniusan Carlsen justru berakar dari “intuisi yang tidak bisa diajarkan oleh komputer,” dan dia memiliki “sebuah insting alamiah saat meletakkan sebuah bidak catur.”
Menurut Kasparov, Carlsen memiliki insting dan energi potensial saat menggerakan buah caturnya, dan pilihan itu terkadang tak diperhitungkan oleh setiap orang –termasuk oleh komputer. Memang, dalam pertandingan Carlsen yang tengah berjalan, seorang analisis biasanya tak bisa menebak arah langkah pemuda itu seperti saat ia berlaga melawan Kramnik, sampai pertandingan itu usai dengan sempurna dengan kemenangan di tangan Carlsen. “Sangat sulit dijelaskan.” kata Carlsen. “Kadang saya menggerakkan buah catur ke arah yang saya rasa benar.”
Carlsen punya kebiasaan unik. Dia sering mengkalkulasi 20 langkah ke depan sebelum menggerakkan bidaknya. Ia juga bisa bermain catur buta dengan menyebut notasi-notasi yang dia pilih tanpa perlu melihat ke papan permainan. Banyak grand master berkata pemuda itu mengingatkan mereka pada seorang Bobby Fischer.
Pemain kenamaan Amerika itu menghabiskan tahun-tahun terakhirnya dengan mengisolasi diri. “Amat mudah terobsesi pada catur,” kata Carlsen. “Itulah yang terjadi pada Bobby Fischer dan Paul Morphy,” seorang jenius catur yang belakangan menjadi gila. “Namun, saya tidak memiliki obsesi seperti mereka.”
Meski sekarang dia berada di peringkat puncak pecatur dunia, terima kasih untuk kemenangannya di London, Carlsen kini harus berjuang keras mengikuti kompetisi catur berkualitas untuk memuluskan langkahnya agar bisa memperebutkan gelar juara dunia catur, yang diadakan setiap dua atau tiga tahun sekali. Sebab, itu adalah puncak karir seorang pecatur terbaik di planet ini.
Walau demikian, ayahnya lebih khawatir tentang “apakah catur akan membuat anaknya bahagia.” Tapi barangkali memang itulah yang terjadi. “Saya menyukai permainan ini. Saya menyukai kompetisi,” kata Carlsen. Saat ditanya sampai kapan dia akan bermain catur, dia mengatakan, “Terlalu sulit untuk diprediksi.”
Sejauh ini, dia sepertinya sudah membuat langkah yang benar. (TIME/WP/SM)
***

Sabtu, 04 Desember 2010

Magnus Carlsen, Bocah Ajaib dari Norwegia

5 September 2008


Pecatur 17 tahun Magnus Carlsen menghabiskan waktu usai sekolah seperti kebanyakan remaja picisan pada umumnya.



Ia mendandani ranjang tidur dengan seperai kuning menyolok mata di kamarnya, di kawasan pinggiran kota Oslo. Setelah itu ia asyik tenggelam di depan komputernya hingga waktu lama.

“Mungkin saya lebih banyak menghabiskan waktu melakukan chatting dengan orang lain,” ujarnya seraya tersenyum.

Ia seharusnya tidak boleh terlalu keras pada dirinya sendiri.

Ketika chatting, Magnus selalu menyelanya dengan tetap bermain catur. Ia mempraktikkan catur secara online sehingga membantu dirinya bertahan di peringkat 6 besar dunia. Dan, bukan tak mungkin ia akan menyabet peringkat pertama catur dunia jika berhasil memenangkan Grand Slam Chess Final Master yang dimulai pekan ini di Bilbao, Spanyol.

Keyakinan Magnus menjadi pecatur nomer satu dunia  tak hanya muncul di Norwegia, sebuah negara berpenduduk 4,5 juta jiwa. Tetapi juga dari pecatur-pecatur tersohor lainnya.

Seorang pesaing terkuatnya di Bilbao, Visnawathan Anand, juara dunia dari India dan peringkat pertama FIDE, juga mengatakan Magnus merupakan calon juara dunia catur masa depan. Begitu juga dengan Garry Kasparov, juara catur yang tempatnya digantikan Anand.

Ketika Magnus diingatkan akan harapan orang banyak tentang masa depannya di dunia catur, ia tak bereaksi apa-apa. Secara pribadi ia tetap seorang pemalu, selalu berbicara lembut, dan menghindari kontak mata. Sifatnya mirip pecatur terbaik dunia pada umumnya, termasuk sifat Anand.

“Anand bermain lebih baik dari saya,” katanya merendah.

Kejujuran itu tak sepenuhnya keliru. Ia memang bukan satu-satunya anak ajaib yang muncul di tahun-tahun terakhir.  Kini, pecatur modern –dengan bantuan komputer canggih untuk berlatih, dapat mengakses data pertandingan ratusan tahun lalu dan bermain catur secara online tanpa batas— dapat menyabet gelar grand master lebih muda ketimbang pecatur sebelumnya.

Ketika Magnus meraih gelar Grand master pada usia 13 tahun, dua pecatur belia lainnya, Sergey Karjakin dari Ukraina dan Parimarjan Negi dari India, menyabet gelar serupa dalam usia lebih muda.  Sementara, 17 tahun lalu, lusinan pecatur memerlukan waktu 40 tahun untuk mematahkan rekor Bobby Fischer, juara dunia dari Amerika Serikat. Fischer meraih gelar Grand Master pada usia 15 tahun.

Tapi Magnus istimewa karena bisa bertahan di jajaran pecatur elit dunia hingga sekarang. Gaya permainan dan pengorbanannya memang tak biasa. Sejak bermain catur pada usia 8 tahun, Magnus  menyukai taktik posisioning yang kompleks. Situasi permainan ini membuatnya nyaman.

Sedangkan bagi lawannya, meski dia seorang pecatur terbaik sekali pun, sering kali harus menyerah karena kelelahan dan putus asa. Magnus memang memiliki mental pecatur yang tangguh.

Selama bermain, Magnus mengaku sering kehilangan konsentrasi. Tetapi kemudian ia akan mengheningkan cipta sambil berkata pada dirinya sendiri: “Kau tidak mau kalah dalam permainan ini sebagai idiot kan? Maka, keluarkan semua kemampuanmu sekarang.”

Kebanyakan pecatur merasa kecewa saat kalah. Kekecewaan ini bisa panjang, sehingga perasaan itu terbawa dalam permainan berikutnya. Sementara, bagi Magnus, kekalahan  dalam catur tak membuatnya larut dalam kekecewaan panjang.

“Saya lebih kecewa jika kalah dalam permainan di luar catur,” ujarnya.

“Saya selalu kecewa jika kalah dalam permainan Monopoli,” katanya.

Itulah perasaan yang dialami Magnus saat saudara-saudara perempuannya mengalahkan dia dalam permainan Monopoli.

Situasi persaingan memang terasa kental di rumahnya, bahkan sudah mirip sebuah etos. Ayahnya, Henrik, adalah seorang konsultan teknologi  informasi yang menghabiskan waktunya bersama anak-anaknya saat tak bekerja. Ibunya, Sigrun Carlsen, seorang Insinyur Kimia. Keduanya sama-sama aktif bekerja, tetapi sekaligus membumi.

Magnus memiliki tiga saudara perempuan: Ellen (19), Ingrid (14) dan Signe (11). Ingrid berkata saudara laki-lakinya sering mencekik, mengusik, sehingga kelakuan kakak laki-lakinya itu tak ubahnya seperti iblis.

“Apa yang diharapkan dari saudara laki-laki jika tak mencekik,” kata Magnus polos.

Kisah tentang bocah ajaib memang kerap diawali dari sebuah eureka, sebuah penemuan, ketika anak itu menunjukkan bakat tersembunyinya dalam sebuah permainan. Minat Magnus dapat terlacak sejak kompetisinya dengan kakaknya, Ellen.

Ayah kandungnya, seorang pecatur bagus untuk tingkat turnamen, mencoba mengajar Magnus dan Ellen bermain catur lebih serius. Inilah awal Magnus mulai bermain catur. Meski motif awal Magnus adalah mengalahkan kakak perempuannya.

Suatu hari, saat Magnus berumur 8 tahun, ia menantang Ellen bermain catur, dan menang.

“Yang menyedihkan dari peristiwa itu,” kenang ayahnya, “kakaknya memilih berhenti bermain catur. Padahal permainan ini sudah ia pelajari selama empat tahun.”

Sementara, permainan bocah lelaki itu justru makin berkembang pesat. Ia mulai secara reguler ikut di sejumlah turnamen catur, dan kemajuan permainannya sungguh menakjubkan. Setahun setelah mengikuti turnamen pertamanya melawan pecatur seusianya, ia mulai ikut turnamen catur orang dewasa dan berhasil mengalahkan mereka.

Selama beberapa saat ia sempat belajar dengan Simen Agdestein, seorang grand master dan bekas juara catur Norwegia. Tapi, sekarang, Magnus sudah jauh melampaui kemampuan gurunya.  (IHT/SM)

Magnus Carlsen, Pembabat Super Grand Master

5 Maret 2008


Usianya baru 17 tahun. Tapi Magnus Carlsen terus memukau sebagai bintang baru di dunia catur.
carlsen03.jpg
Pada bulan Januari ia menempati peringkat pertama Corus Chess Tournament di Belanda. Dan sekarang di kejuaraan super grand master (GM) Morelia-Linares Chess Tournament 28 Februari-7 Maret 2008, Carlson menduduki peringkat dua.
Tempat pertama masih diduduki juara dunia catur dari India, Viswanathan Anand. Anand memimpin setelah 15 babak dengan 8,5 poin. Namun Magnus Carlsen dari Norwegia berhasil mengalahkan super GM Vaslin Topalov dari Bulgaria kemarin, sehingga memperoleh 8 poin atau cuma selisih 0,5 poin dari sang juara dunia.
Selasa (4/1/2008) waktu setempat kemarin, Anand hanya bisa bermain draw dengan Peter Leko dari Hungaria. Ini merupakan draw keempat Anand. Hal ini menunjukkan Anand berusaha memenangkan turnamen ini secara aman dan tanpa beresiko. Fakta itu tak mengejutkan. Sebab jika ia memenangkan turnamen ini, sebuah turnamen paling bergensi tahun ini, langkahnya akan lebih ringan bulan Oktober depan saat bertanding mempertahankan gelar juara dunianya melawan Vladimir Kramnik.
Namun demikian Carlsen tak membuat tujuan Anand kali ini lebih mudah. Sudah dua kali Carlsen menempel pimpinan turnamen dengan selisih 0,5 poin. Kemenangan atas Topalov itu merupakan kemenangan Carlsen kedua di turnamen ini.
Carlsen sedikit “beruntung” saat mengalahkan Topalov. Ia menang mudah setelah Toplaov melakukan blunder sehingga rajanya terjebak dalam sebuah perangkap skak mat yang mudah. Namun hal ini juga memperlihatkan mental pecatur belia ini semakin kuat dalam turnamen perang urat syaraf ini. Untuk kedua kalinya di turnamen ini, Carlsen dapat bangkit dan memenangkan partai setelah kalah sebelumnya. Di babak ke-7 ia juga mengalahkan Levon Arovian dari Armenia setelah dikalahkan Teimour Radjabov dari Azerbaijan di babak ke 6.
Melalui prestasinya kali ini, Magnus Carlsen sekarang sudah terlihat sebagai pecatur ancaman bagi para super GM dunia manapun, tak terkecuali Anand. Dengan hasil turnamen ini dan gelar juara di Corus awal tahun ini, Carlsen akan menempati urutan lima besar pecatur top dunia.
Berikut ini momen saat Carlsen mengalahkan Topalov.
(Keterangan notasi K: King: raja, Q: Queen: ratu, N: Knights: kuda, B: Bishop: patih/gajah, R: Rooks: benteng, p: pawn: pion)

Putih: Magnus Carlsen (2733) – Hitam: V. Topalov, (2780)

XXV SuperGM Morelia/Linares MEX/ESP (babak ke 12), 4 Maret 2008
1.c4 e5 2.Nc3 Nf6 3.Nf3 Nc6 4.d3 d5 5.cxd5 Nxd5 6.e4 Nb6 7.Be2 Be7 8.0-0 0-0 9.a4 Be6 10.Be3 Nd7 11.d4 exd4 12.Nxd4 Nxd4 13.Qxd4 c6 14.a5 Nc5 15.Qe5 Nb3 16.Ra4 Bd6 17.Qh5 g6 18.Qh6 Be5 19.Bg5 Qc7 20.Be3 Nxa5 21.f4 Bg7 22.Qh4 Bb3 23.Rd4 Rad8 24.e5 Rxd4 25.Bxd4 c5 26.Be3 f6 27.Nb5 Qd8 28.f5 fxe5 29.Bg5 Qb6
Diagram 1.
Putih memiliki dua bidak yang berada di jantung pertahanan lawan. Magnus Carlsen meneruskan serangannya: 30.f6 c4+ 31.Kh1 Qxb5 32.fxg7 Rxf1+ 33.Bxf1
diagram 2
Hitam semestinya melakukan konsolidasi posisi melalui 33…Qd7 or …Qe8 (or …Qd5). Tapi Topalov dapat memperoleh bidak ketiganya: 33…Kxg7?! 34.Bd8 Nc6??Luar biasa, langkah ini mengarah pada skak mat. mengancam 38.Bh6#, maka 37…Kg7 38.Qf6+ Kg8 39.Bh6 Disusul 40.Qg7 mati. 1-0.
Lihat juga:
***