Kamis, 09 Desember 2010

Tiga Rahasia Catur

31 Januari 2009


Oleh: Zhigen Lin
Buah caturCatur amat populer sebagai sebuah permainan kompetitif sekaligus rekreatif. Berasal dari India, permainan ini menyebar cepat ke Persia hingga Eropa Selatan. Sekarang, catur merupakan permainan paling populer. Permainan ini dimainkan jutaan orang di berbagai klub catur, di rumah, melalui koresponden, secara online, maupun di dalam turnamen.
Saat ini saya ingin bicara tentang “rahasia catur.” Bagaimana mungkin permainan sederhana ini menjadi alat rekreasi yang kompetitif, dimainkan petak demi petak di atas 64 petak –delapan kali delapan kotak– antara dua pemain? Jawabannya, tentu saja, tidak mudah ditemukan.
Karenanya, banyak sekali kemungkinan kebenaran hipotesa mengenai “rahasia catur.” Di bawah ini, saya akan memberi penilaian, mana bagian yang menjadi mitos dan mana yang menjadi fakta tentang rahasia catur.
1. Komputer Dapat Memecahkan Rahasia Catur
Komputer kini adalah lawan terkuat. Komputer bisa menganalisa jutaan posisi dalam waktu sedetik (Program Rybka), semudah statistik. Sekarang ini terdapat kemungkinan 318.979.564.00 kemungkinan saat menggerakan empat langkah pertama bidak catur. Sementara, Yayasan Catur Amerika menemukan bahwa terdapat 169.518.829.100.554.000.000.000.000.000 kemungkinan langkah saat permainan catur memasuki langkah ke 10. Untuk komputer, besar kemungkinan benda ini bisa memecahkan seluruh permainan dengan cara memberi penilaian secara cepat satu langkah yang benar.
Dalam catatan lain, jika sebuah komputer dapat memecahkan permainan catur, seorang manusia tak akan mampu mengingat sekian juta langkah untuk mengalahkan seseorang –ini terlalu sulit. Karena itu penggunaan komputer untuk memecahkan rahasia permainan catur dinilai amat tidak efisien.
Penilaian: Tidak Masuk Akal
2. Berdandan ala Grand Master membuat Anda bermain seperti Maestro
Ini favorit saya. GM Nigel David Short kerap disebut sebagai pecatur Inggris abad 20. Dia menjadi grandmaster pada usia 19 tahun, dan menjadi penantang Juara Dunia Catur Garry Kasparov di London tahun 1993. Hingga sekarang ia masih aktif bermain, dan kesuksesan Short tetap berlanjut. Kini ia melatih catur, menjadi kolumnis dan aktif sebagai komentator.
Saat kembali ke laga dunia di Commonwealth Chess Championship 2008, Nigel Short berkata, “Tentu saja, saya harus berjuang pada posisi sekarang. Saya barangkali sekarang tidak lagi bermain seperti seorang grandmaster. Maka saya memutuskan paling tidak saya berpakaian seperti para GM. Saya mulai memilih kemeja dan dasi, meski banyak orang bilang itu terlalu panas. Saya pikir saya sedikit terlambat saat memulai. Tapi inilah jalan yang saya temukan untuk menarik diri saya keluar dari dalam lubang.”
Barangkali, memang benar ada kaitan berkemeja dan berdasi bagi seseorang untuk menempatkan “kerangka berpikir secara benar.” Buktinya, dalam turnamen itu Nigel Short menempati urutan pertama!
Penilaian: Masuk Akal
3. Maksimalisasi Kesempatan dari Kesalahan Lawan
Dalam sebuah naskah tahun 2003, seorang penulis prihatin melihat pecatur kuat dunia –pemain catur terkuat di dunia berusia 19 tahun ke atas. Penulis naskah itu adalah Neil Sullivan dan Yves Casaubon. Sementara, pecatur terkuat yang tidak berada dalam rentang usia itu menurut Chessbase saat ini adalah Arkadly M Gilman (rangking 2237 FIDE tahun 2003). Dia warga asli Rusia yang kini menetap di Kanada.
Sementara, analisa pertandingan Aekadly Gilman melawan J. Grondin di Le Bolduc II, Montreal, Kanada, tahun 2003, yang dimenangkan oleh Gilman dalam 23 langkah, menurut penulis naskah karena disebabkan kesalahan lawan melangkah. Inilah salah satu misteri rahasia catur. Dalam pendapat saya, ini merupakan jalan terbaik untuk mengungkap sebuah rahasia catur. Dengan membiarkan lawan melakukan kesalahan, anda dapat mengeskploitasi kesalahan geraknya. Dan dengan memaksimalisasi kemungkinan dia melakukan kesalahan gerak, anda semakin memiliki peluang untuk memanfaatkan kesalahan lawan.
Salah satu cara menggunakan kesalahan adalah melalui persiapan pembukaan. Dengan mengejutkan lawan di papan, lawan anda akan terperangah dan sebagai reaksinya dia dapat  melakukan kesalahan melangkah. Tentu saja anda tak bisa memperkirakan kapan kesalahan itu terjadi.
Penilaian: Masuk Akal
***

Wanita Lebih Berbakat Bermain Catur

28 Januari 2009
Wanita lebih bagus bermain catur ketimbang pria –tetapi persoalannya, mereka tak menyukai permainan ini, kata penelitian terbaru di Oxford.
Wanita dan CaturKaum pria mendominasi kompetisi catur bukan karena mereka bermain lebih baik, tetapi karena wanita umumnya tak menyukai permainan ini. Demikian penelitian terbaru Universitas Oxford.
Minimnya wanita berada di rangking atas pemain catur dunia, karena selama ini memang amat sedikit kaum perempuan yang bermain catur. Demikian tulis penelitian itu lebih jauh.
Para peneliti universitas dari Jurusan Psikologi Eksperimental Oxford menemukan 96 persen perbedaan penampilan dapat dihitung dari jumlah pria yang bermain catur. Kesimpulan ini dibuat setelah para peneliti melakukan analisis terhadap 120.000 anggota Federasi Catur Jerman, di mana perbandingan jumlah pecatur pria dan pecatur wanita adalah 16:1.
Dengan menggunakan poin berdasar sistem skoring, para peneliti menemukan penampilan pria rata-rata berada di bawah kaum perempuan.
Anggota tim peneliti, Merim Bilalic, penulis buku ‘Does Chess Need Intelligence?’ mengatakan, “Meski penampilan 100 pria pecatur terbaik Jerman lebih baik dari penampilan 100 pecatur terbaik wanita Jerman, kita melihat 96 persen pengamatan itu lebih disebabkan lebih banyaknya pria yang bermain catur. Maka hanya sedikit penjelasan bilogis dan kultural yang tersisa untuk dihitung.”
Gerry Wade, Ketua Federasi Catur Inggris, berpikir kesimpulan para peneliti itu “mutlak benar.”
Alasan Wade, “Di tingkat sekolah dasar, saat jumlah pecatur pria dan perempuan sama banyaknya, amat terasa adanya perbedaan tingkat permainan.”
Pemain wanita top Inggris, Ketevan Arakhamia-Grant, misalnya, tahun lalu hanya kalah di satu pertandingan British Open, ujar Wade.
Namun demikian, sampai  saat ini memang belum pernah terdapat pecatur perempuan yang menjadi juara dunia, termasuk pecatur wanita asal Inggris.
Satu-satunya perempuan yang masuk ke peringkat 100 besar Federasi Catur Dunia hanyalah Judit Polgar, pecatur Hunggaria. Judit berada di peringkat 36 dunia.
Entahlah bila wanita mulai menggemari permainan catur…. (telegraph/SM)
Lihat juga:

Skak Mat Medina

Inilah juara dunia catur perempuan termuda kita. Ia diramalkan jadi Grand Master Wanita di usia 14 tahun.
Jum’at, 26 Desember 2008, 20:36 WIB
Oleh: Edy Haryadi, Bayu Galih
VIVAnews - DI sebuah rumah sederhana di Babelan, Bekasi, jari-jari mungil itu bergerak lincah menyusun buah catur hitam. Kepala bocah perempuan yang baru berusia 11 tahun itu selalu tertunduk. Meladeni tantangan redaktur senior paling jago catur diVIVAnews, dia tersenyum malu-malu.
VIVAnews mantap memainkan langkah pembukaan Danish Gambit. Tap …! Si bocah sontak meladeni dengan pembukaan Perancis, tanpa ragu.
Medina Warda Aulia, nama bocah berperawakan mungil itu, bukan pecatur sembarangan. Siswi kelas VI SD Negeri Teluk Pucung, Bekasi Utara ini adalah juara dunia catur tingkat sekolah dasar.
***
Singapura, 30 Juli 2008.
Itu hari terakhir World School Chess Championship, kejuaraan dunia tingkat pelajar. Di turnamen kelompok umur 11 tahun muncul sedikit kegemparan. Sang juara sudah bisa dipastikan bahkan sebelum pertandingan berakhir.
Sampai babak kedelapan, dari sembilan yang akan digelar, Medina Warda Aulia sudah tak tergoyahkan di peringkat pertama dengan poin sempurna: delapan. Pesaing terdekatnya, Anna Styazhkina, master catur dari Rusia, cuma berhasil meraih enam poin. Jadi, kalau toh di babak terakhir Medina kalah dan Styazhkina menang, dia tetap unggul satu poin.
Di babak terakhir, meski menang Styazhkina hanya mengantungi tujuh poin. Medina yang ditahan remis rekan senegaranya, Fransisca Fortunata, menjadi juara dengan skor akhir 8,5. Dan lahir lah juara dunia catur perempuan termuda dari Tanah Air.
***
“Saya teringat permainan Irene Kharisma,” kata juru bicara Persatuan Catur Seluruh Indonesia, Kristianus Liem, yang menonton pertandingan itu.
Irene Kharisma Sukandar kini berusia 16 tahun. Baru-baru ini ia menyabet gelar Grand Master Wanita (GMW) dari Federasi Catur Sedunia (FIDE) dan mengukuhkan dirinya sebagai satu-satunya pecatur wanita Indonesia yang pernah meraih gelar grand master.
Melihat permainan dan mental Medina, Kristianus yang juga adalah Direktur Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) percaya Medina akan menyalip capaian Irene. Dia hakul yakin Medina akan menyabet gelar GMW pada usia 14 tahun, dua tahun lebih muda dari Irene.
Tapi buat Medina, langit itu rupanya masih kurang tinggi. “Saya ingin seperti Judith Polgar,” katanya.
Tapi buat Medina, langit itu rupanya masih kurang tinggi. “Saya ingin seperti Judith Polgar,” katanya.
Judith Polgar adalah Grand Master (tanpa embel-embel “Wanita”) asal Hungaria kelahiran 23 Juli 1976. Dia tercatat sebagai pecatur dunia perempuan terkuat dalam sejarah. Polgar meraih gelar GM-–bukan GMW— di usia 15 tahun 4 bulan. Per Oktober 2008 lalu, ia bertengger di peringkat 28 dunia dengan elo rating 2711 dan menjadi satu-satunya pecatur perempuan di daftar peringkat 100 pecatur dunia versi FIDE.
***
Ibu kandung Medina, Siti Eka Nurhayati, 34 tahun, berkisah anak ketiga dari enam anak perempuannya itu terhitung baru mengenal catur. “Dia baru bermain catur dua tahun lalu,” ujarnya.
Saat kecil, Medina justru lebih suka mewarnai dan sempoa. Otaknya memang cemerlang. Sejak taman kanak-kanak hingga kelas IV SD dia selalu menjadi juara satu di kelas.
Perkenalan Media dengan bidak catur bermula saat Frida, salah satu kakaknya, minta didaftarkan ke Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) di Bekasi. Keinginan itu dikabulkan ayah mereka, Nur Muchlisin, 40 tahun, yang memang gemar main catur.
Sejak itu, Muchlisin sering bermain catur dengan Firda. Semula cuma menonton, lama-lama Medina jatuh hati. “Catur seperti permainan perang-perangan,” katanya.
Pada Januari 2006 dia minta ayahnya mengajari dia melangkahkan bidak catur dan masuk SCUA. Terkendala biaya, Medina hanya didaftarkan sebagai member SCUA. Dia tak bisa ikut les catur penuh, tapi boleh mengikuti pertandingan internal.
Bakat Medina langsung bersinar. Hanya bermodalkan latihan dengan ayahnya, Medina tanpa ampun menumbangkan siswa-siswi SCUA. Dia selalu jadi juara satu. Melihat berlian terpendam ini, Direktur SCUA Kristianus Liem langsung menawari Media ikut program SCUA. Kali ini gratis.
Benar saja. Berlian ini langsung bersinar. Pada 2006 dia langsung menjuarai kelompok umur 10 tahun Kejuaraan Catur DKI.
Sejak itu langkah kudanya sulit dibendung. Satu persatu gelar juara dia sabet. Puncaknya pada kejuaraan dunia tingkat pelajar ke-4 yang diadakan di Singapura, Juli 2008 itu. Selain dikalungi medali emas untuk Kelompok Umur 11 tahun, Medina juga dianugerahi gelar Candidate Master (CM)–salah satu syarat meraih gelar Master FIDE.
Tiga bulan kemudian, pada Oktober tahun yang sama, Medina menyabet peringkat empat dalam turnamen antar master cilik “World Youth Chess Championship” di Vietnam. Ini gelar lima besar pertama bagi pecatur Indonesia. Turnamen ini lebih berat dari kejuaraan pelajar dunia, sebab diikuti para master catur cilik dunia.
Pecatur senior GM Utut Adianto menilai Medina seorang pecatur paling berbakat di Indonesia. Dia pun tak ragu Medina bakal menyusul Irine Kharisma meraih gelar GMW.
Menurut Utut, Indonesia banyak memiliki talenta catur. Soalnya tinggal bagaimana menemukan dan memolesnya. Salah satu kendala catur di Indonesia, selain soal biaya, adalah pilihan hidup antara catur dan sekolah. Banyak bakat pecatur muda akhirnya tenggelam karena orang tua lebih mendorong anak mereka untuk fokus di jalur sekolah.
Ayah Medina, Nur Muchlisin, mengamini dilema itu. Namun, dia tak mau Medina terjebak di dalamnya. Nur bertekad sekolah dan catur Medina bisa jalan beriringan. “Sekarang banyak kok Grand Master bergelar sarjana,” katanya.
***
Di rumah sederhana di Babelan, Bekasi itu. Redaktur jago catur dari VIVAnews pusing tujuh keliling meladeni permainan Medina yang dingin, cepat, dan teramat tajam. Di pembukaan, Medina memilih bermain defensif. Tapi tak lama kemudian, serangannya menohok bertubi-tubi, entah dari mana datangnya.
Tak sampai 10 menit, … Skak! Raja putih VIVAnews pun terguling. Pertandingan pun usai dalam 13 langkah saja.
Lihat juga:
***

Berkorban

9 Desember 2008
Mengorbankan buah perwira atau pion merupakan sebuah seni dalam permainan catur. Sebuah pengorbanan permanen pada buah catur harus dilakukan bilamana hal itu memberikan keuntungan posisional, atau memberi keuntungan jangka panjang dalam sebuah pertandingan.
Karena kemarin adalah hari raya Idul Adha, Hari Raya Kurban, maka ada baiknya kita belajar bagaimana melakukan pengorbanan. Yang harus diingat, buah pion adalah prajurit. Sementara buah benteng, kuda, patih, termasuk Ratu adalah perwira menengah dan tinggi. Walau kelas mereka berbeda, tugas mereka semua sama: melindungi keselamatan sang Raja.
Karena itu, komponen prajurit dan perwira juga harus tahu diri. Mereka tak boleh protes jika dikorbankan sang Raja. Karena, satu-satunya tujuan dalam permainan catur adalah kemenangan akhir. Kemenangan dalam jumlah (kuantitas) tak akan berarti apa-apa jika permainan berakhir dengan kekalahan. Terutama saat sang Raja dipaksa bertekuk lutut oleh lawan yang secara kuantitas jumlahnya jauh lebih sedikit.
Berikut ini adalah empat langkah umum yang dilakukan sang Raja (sang pemikir taktik dan strategi perang) sebelum memutuskan mengorbankan perwira atau prajuritnya.
Langkah pertama.  Buat kalkulasi resiko bila harus kehilangan satu buah prajurit atau perwira Anda. Tentukan tujuan jangka pendek (taktis) dan keunggulan bertahap (strategis) saat Anda hendak mengorbankan buah Anda. Tentukan nilai buah Anda, dan putuskan bagian mana dari buah Anda yang paling sedikit akibat buruknya jika dikorbankan.
Langkah kedua, kenali tingkat keahlian Anda bermain catur. Amat lazim bagi pecatur pemula untuk melakukan pertukaran pion, kuda atau patih sebagai bagian penyederhanaan permainan. Sebaiknya Anda tidak tergesa-gesa memutuskan hal ini. Pikirkan lagi. Sebab, sekali Anda kehilangan buah Anda, Anda tak akan dapat lagi memanggilnya ulang terkecuali jika Anda berhasil mempromosikan pion Anda ke kotak akhir, sehingga Anda bisa menukar pion itu dengan perwira melalui jalur promosi.
Langkah ketiga, korbankan buah Anda yang paling lemah jika Anda tak dapat melakukan pertukaran bernilai tinggi dengan segera. Jika Anda mendapat keuntungan permainan saat mengorbankan sebuah pion untuk mendapatkan Ratu lawan, maka lakukanlah. Tarik keluar benteng atau Ratu lawan sesegera mungkin, terkecuali jika manuver itu dapat membuat Anda kehilangan buah yang penting.
Langkah keempat. Jangan ragu melakukan pengorbanan jika hal itu dapat membuat Anda mengirim serangan skak mat ke lawan sebagai imbalan. Salah satu pengorbanan klasik adalah saat patih putih memakan pion di posisi h7 untuk membuat sebuah skak mat ke Raja hitam. (EMC/SM)
Lihat juga:
****

Kisah Sepotong Opor Ayam

Teruntuk Belahan Jiwaku
Oleh:  Anton Medan )*
Istriku!
Dengan senyummu
tegak langkahmu
tekad jiwamu
nurani perasaanmu
membuahkan tawadu’  dan istiqamahku
memacu semangatku mengebu-gebu
menghadapi dunia yang angkuh

Istriku!
Aku selalu bertanya
mengapa keangkuhan dan kejahatan mesti dilahirkan
sementara aku sendiri tidak menyukai kejahatan

Istriku!
Seandainya saja bau masakan tetangga
tidak tercium di hidung anak kita
pasti dia tak merengek minta opor ayam
dan aku tidak perlu mencuri ayam untuknya

Istriku!
Sungguh aku tak pernah menangis
waktu dipukuli polisi karena mencuri ayam
Yang kutangisi hilangnya senyum anak kita
karena tak bisa mencicipi opor ayam
)* Maaf hari ini tak ada artikel catur. Tapi sepenggal puisi jujur bagi sang kekasih dari seorang jagoan yang tobat. Dikutip dari buku Anton Medan, “Pergolakan Jiwa Seorang Narapidanaepisode V MAFIA CINA DARATAN,”penerbit Pustaka Firdaus, April 1997.
****

Kramnik, Jalan Panjang Menuju Puncak

13 November 2008
Akhir-akhir ini dia memang lebih banyak menelan kekalahan dari Vishy Anand. Terakhir Kramnik kalah dalam Kejuaraan Dunia Catur dengan selisih 2 poin,  akhir Oktober lalu. Namun, hingga saat ini, Vladimir Kramnik telah tiga kali memenangkan Kejuaraan Catur Dunia. Dan, sampai sekarang, namanya masih berada di lingkaran puncak pecatur elit dunia selama  satu dekade terakhir.
Guna menguak rahasia suksesnya, ChessBase baru saja meluncurkan DVD berjudul “Vladimir Kramnik: My Path to the Top.” Video itu berdurasi enam jam dan dituturkan  langsung oleh Kramnik.
Terlahir tahun 1975 di Tuapse, Laut Hitam, Vladimir Kramnik memulai debutnya di sekolah catur Botvinnik-Kasparov, Rusia. Saat usia 16 tahun, Kramnik sudah masuk Tim Olimpiade Catur Rusia dan mencetak angka 8,5 dari 9 poin maksimal. Hasil itu  merupakan nilai terbaik selama Olimpiade tersebut.
Pada tahun 2000, Kramnik berlaga melawan seorang legenda catur, Garry Kasparov. Nyatanya Kramnik berhasil menggulingkan Kasparov. Kemenangan itu membuatnya berhasil menyabet gelar juara dunia catur untuk kali pertama.
Gelar juara dunia juga berhasil dia raih lagi tahun 2004 setelah mengalahkan Peter Leko. Pada tahun 2006, Kramnik lagi-lagi menyabet juara setelah menyungkurkan juara dunia catur versi FIDE, Veselin Topalov. Kemenangan atas Topalov itu pula yang membuat Kramnik menjadi pecatur pertama yang berhasil menyatukan kembali gelar juara dunia catur.
Di DVD itu, Vladimir Kramnik kembali menengok ulang perjalanan karirnya. Sejak dia masih duduk sebagai siswa kelas rendah sampai ke Kejuaraan Catur Dunia tahun 2006. Dibumbui dengan humor, ia menuturkan perasaan hatinya saat ia menjadi bagian Tim Catur Rusia yang berhasil menyabet medali emas.
Di video itu pula Kramnik dengan jujur merasa seperti menjadi seorang Herkules. Terutama saat ia mengalahkan pelatih sekaligus guru caturnya, Garry Kasparov… (CB/SM)
Lihat juga:

****

Bukti Ilmiah Keuntungan Bermain Catur (2)

13 November 2008
Pada tahun 1993, penelitian Profesor Stuart Margulies menemukan pengaruh  permainan catur dalam  peningkatan nilai membaca siswa.  Untuk itu, dua kelas telah dipilih secara acak di lima sekolah New York dan Los Angeles.
Para pelajar kelas 3 dan 6 di sekolah itu diberi petunjuk catur dan les  khusus membaca di sebuah kelas untuk setiap sekolah.  Awalnya, terbukti nilai pecatur muda hampir sama dengan nilai pelajar yang berlatih membaca secara khusus.  Namun, pada akhir tahun, terbukti mereka yang menerima les catur kemampuan membacanya jauh lebih tinggi dari nilai siswa yang mendapat les bahasa secara khusus.
Di Marina, California, sebuah eksperimen dengan menggunakan catur menunjukkan, setelah 20 hari berlatih, performa para siswa melonjak secara dramatis.
George L. Stephenson, Kepala Departemen Matematika di Marina JHS, melaporkan 55%  kenaikan nilai tes akademik siswa setelah mereka berlatih catur. Stres saat bermain catur, faktanya,  dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kemandirian para siswa.
Laporan dari Sekolah
Menyadari pengenalan catur ke siswa dapat mengungkap bakat tersembunyi para siswa yang tak mampu dijangkau pendidikan tradisional, beberapa sekolah di pelosok negeri kini mulai memasukkan catur sebagai standar kurikulum.
Sejauh ini laporan dari siswa, guru, dan orang tua murid, menunjukkan catur tak hanya bermanfaat meningkatkan prestasi akademik untuk pemecahan masalah matematik dan membaca.
Tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri, kesabaran, menambah daya ingat, berpikir logis, berpikir kritis, pengamatan, analisis, kreativitas, konsistensi, daya tahan, kontrol diri, sikap sportif, menghormati orang lain dan kemandirian.
Amori menuturkan. menganalisa permainan catur dapat mengajar siswa sebuah seni pengambilan keputusan  dan membuat para siswa sadar akan konsekuensi sebuah aksi. Catur juga memperkuat kemampuan siswa berpikir tiga langkah ke depan.
Di New York, sebuah sekolah di daerah kota sekarang mulai memasukkan catur di kurikulum sekolah tingkat rendah. Apalagi mereka sadar biaya mempelajari permainan catur ini amat rendah, tidak seperti olahraga lainnya.
Catur hanya memerlukan meja-kursi, perangkat catur, dan ruangan kecil –tak perlu lapangan luas seperti sepak bola. Contohnya , sekolah Mott Hall, kini memasukkan catur ke dalam kurikulum. Seperti kurikulum matematika dan bahasa Inggris yang mulai diajarkan intensif di kelas empat.
Para guru di Roberto Clemente School di New York malah menyatakan permainan catur tak hanya meningkatkan nilai akademik siswa, namun juga kemampuan siswa bergaul secara sosial.
“Pengaruh-pengaruh itu sedang diteliti,” kata Joyce Brown, wakil pengawas departemen pendidikan khusus. “Tak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan matematik, kemampuan mereka bersosialisasi  meningkat secara substansial pula. Penelitian kami menunjukkan anak-anak yang senang menyendiri kini kemampuan bergaulnya meningkat 60% setelah dia tertarik mempelajari catur.” (Bersambung)
Lihat juga:
****