Tampilkan postingan dengan label taktik catur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label taktik catur. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Desember 2010

Wanita Lebih Berbakat Bermain Catur

28 Januari 2009
Wanita lebih bagus bermain catur ketimbang pria –tetapi persoalannya, mereka tak menyukai permainan ini, kata penelitian terbaru di Oxford.
Wanita dan CaturKaum pria mendominasi kompetisi catur bukan karena mereka bermain lebih baik, tetapi karena wanita umumnya tak menyukai permainan ini. Demikian penelitian terbaru Universitas Oxford.
Minimnya wanita berada di rangking atas pemain catur dunia, karena selama ini memang amat sedikit kaum perempuan yang bermain catur. Demikian tulis penelitian itu lebih jauh.
Para peneliti universitas dari Jurusan Psikologi Eksperimental Oxford menemukan 96 persen perbedaan penampilan dapat dihitung dari jumlah pria yang bermain catur. Kesimpulan ini dibuat setelah para peneliti melakukan analisis terhadap 120.000 anggota Federasi Catur Jerman, di mana perbandingan jumlah pecatur pria dan pecatur wanita adalah 16:1.
Dengan menggunakan poin berdasar sistem skoring, para peneliti menemukan penampilan pria rata-rata berada di bawah kaum perempuan.
Anggota tim peneliti, Merim Bilalic, penulis buku ‘Does Chess Need Intelligence?’ mengatakan, “Meski penampilan 100 pria pecatur terbaik Jerman lebih baik dari penampilan 100 pecatur terbaik wanita Jerman, kita melihat 96 persen pengamatan itu lebih disebabkan lebih banyaknya pria yang bermain catur. Maka hanya sedikit penjelasan bilogis dan kultural yang tersisa untuk dihitung.”
Gerry Wade, Ketua Federasi Catur Inggris, berpikir kesimpulan para peneliti itu “mutlak benar.”
Alasan Wade, “Di tingkat sekolah dasar, saat jumlah pecatur pria dan perempuan sama banyaknya, amat terasa adanya perbedaan tingkat permainan.”
Pemain wanita top Inggris, Ketevan Arakhamia-Grant, misalnya, tahun lalu hanya kalah di satu pertandingan British Open, ujar Wade.
Namun demikian, sampai  saat ini memang belum pernah terdapat pecatur perempuan yang menjadi juara dunia, termasuk pecatur wanita asal Inggris.
Satu-satunya perempuan yang masuk ke peringkat 100 besar Federasi Catur Dunia hanyalah Judit Polgar, pecatur Hunggaria. Judit berada di peringkat 36 dunia.
Entahlah bila wanita mulai menggemari permainan catur…. (telegraph/SM)
Lihat juga:

Sabtu, 04 Desember 2010

Bukti Ilmiah Keuntungan Bermain Catur (1)

23 September 2008

Oleh:  Aleksandr Kitsis

Catur dipercaya dapat meningkatkan “otot mental.” Keuntungan akademik permainan ini juga semakin meluas.  Apalagi telah banyak studi membuktikan, catur menambah daya ingat, meningkatkan kemampuan spasial dan keahlian berhitung. Belum lagi peningkatan kemampuan pemecahan persoalan dan memperkokoh logika berpikir.

Karenanya, tak mengherankan jika banyak sekolah di seluruh dunia mulai mendorong pengembangan permainan catur guna peningkatan kemampuan akademik. Apalagi, para peneliti telah menemukan fakta: mempelajari catur secara sistematis meningkatkan kemampuan IQ dan nilai ujian siswa (Dullea 1982; Palm 1990; Ferguson 2000) seperti halnya memperkuat kemampuan matematis, skil bahasa, dan membaca (Margulies 1991; Liptrap 1998; Ferguson 2000).

Catur merupakan jalan menyenangkan untuk mengajar anak-anak bagaimana berpikir dan memecahkan persoalan-persoalan pelik. Dengan demikian tak mengherankan jika makin banyak sekolah di dunia mulai memasukkan catur ke dalam kurikulum standar.

Catur di Belahan Dunia
Sebuah penelitian Dr Albert Frank di Zaire tahun 1973-1974 menemukan anak-anak yang bermain catur memiliki kecerdasan spasial (ruang), numerik (angka), administrasi, dan kemampuan mengarang. Dr Robert memberi catatan bahwa “temuan ini menunjukkan kemampuan itu tak hanya berlaku secara individual, pada satu-dua orang saja, tapi umumnya pada mereka yang bermain catur.”

Temuan Dr Frank menunjukkan mempelajari catur dapat memperkuat kemampuan spasial dan numerik. Hal ini berlaku pada mayoritas pelajar dan –tak hanya pada pecatur kuat– yang mengambil kursus catur dua jam sepekan dalam tempo satu tahun. Penelitian lain pun memperlihatkan permainan catur dapat memperkuat ingatan seorang anak (Artise).

Sebuah penelitian tahun 1990-1992 di New Brunswick, Kanada, segera menunjukkan nilai-nilai permainan catur dapat mendorong kemampuan pemecahan masalah di antara anak-anak (Gaudreau, 1992).

Menggunakan permainan catur di kelas 2 sampai kelas 7 sebagai bagian kurikulum matematika menunjukkan tingkat rata-rata pemecahaan persoalan siswa meningkat drastis dari 62% menjadi  81%.

Keuntungan Catur
Catur juga terbukti meningkatkan kemampuan umum nilai IQ siswa. Dengan menggunakan metode Wechsler Intelligence Scale untuk anak-anak, sebuah penelitian di Venezuela atas 4.000 siswa kelas 2 SD menemukan peningkatan signifikan pada nilai IQ siswa.

Peningkatan ini khususnya terjadi setelah mereka mempelajari catur secara sistematik selama 4,5 bulan. Hasil ini merupakan fakta umum. Walaupun secara sosial-ekonomis dan dari jenis kelamin, anak-anak itu berbeda.
Hasil ini mengejutkan pemerintah Venezuela. Akibatnya, sejak tahun 1988/1989, pemerintah memerintahkan seluruh sekolah di Venezuela mulai  memperkenalkan permainan catur.

Catur di AS
Di seluruh dunia, catur sejak lama sudah dipercaya mampu memperkokoh kemampuan intelektual. Namun baru sekarang Amerika Serikat (AS) mengakui kemampuan catur dalam peningkatan kemampuan kognitif, berpikir rasional, dan penalaran pada anak-anak.

Robert Ferguson dari Bradford, PA School District yang menguji sejumlah siswa kelas 7 sampai 9 (1979-1983), menemukan fakta, setelah menghabiskan 60-64 jam pelajaran catur selama 32 pekan, para siswa menunjukkan kemajuan berpikir kritis secara signifikan.

Penelitiannya menunjukkan hasil Tes Watson-Glaser Thinking Appraisal naik 17,3% pada anak-anak yang mengikuti kelas catur. Sementara peningkatan ini  hanya 4,6% bagi anak-anak yang mengikuti kelas “pengayaan” lain, termasuk kelas pemecahan masalah dengan komputer atau kelas menulis kreatif. Maka ia berani menyimpulkan catur meningkatkan kemampuan berpikir kritis bagi anak-anak dibanding metode kelas pengayaan lainnya.

Sejak program Dr Ferguson berjalan sejak September 1987 hingga Mei 1988 seluruh siswa kelas 6 di daerah pedesaan Pennysylvania memutuskan mengambil kelas catur. Sebab, hasilnya benar-benar nyata. Peningkatan hasil ujian siswa untuk kemampuan menalar dan mengingat, terbukti terus naik. (Bersambung)

*****

Jawaban Teka-Teki (4)

19 Juni 2008


Jawaban Problem Catur (4) adalah sebagai berikut:
1.    Qxf6+    exf6         (jika …Kg8 maka Nh6++ Skak Mat!)
2     Bxf6+     Kg8
3     Nh6++  Skak Mat!
Keterangan Notasi
K: King/raja
Q: Queen/Ratu
N: kNights/Kuda
B: Bishop/Patih/Gajah
R: Rooks/Benteng
p: pawn/pion
Terimakasih.
pengasuh
in chess we trust

Catur, Strategi dan Taktik

26 Mei 2008


Herbeth Spencer adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah survival of the fittest, perseteruan abadi sebagai bentuk persaingan untuk bertahan dalam kehidupan. Hal itu ia tuangkan dalam bukunya Principles of Biology pada tahun 1864 alias 200 tahun lebih lalu.
Herbeth Spencer
Menurut Spencer, hukum persaingan dalam bertahan hidup tak hanya terjadi dalam dunia biologi. Tapi juga di dunia ekonomi. Bahkan, Charles Darwin mengungkapkan persaingan untuk terus hidup merupakan hukum besi seleksi sejarah alam semesta dalam teori evolusinya.
Karena itu, boleh dibilang kehidupan manusia dan alam merupakan hasil pertarungan abadi. Siapa yang menang, dia akan terus bertahan. Mereka yang kalah akan tersingkir dan tergilas oleh hukum besi sejarah kehidupan.
Permainan catur barangkali disukai karena mirip dengan simulasi persaingan di kehidupan nyata. Terutama hukum besi alam dan sejarah manusia: survival of the fittest, hukum persaingan untuk terus bertahan hidup.
catur sebagai pertempuran
Dalam dunia persaingan, kebenaran sekalipun tak cukup kuat bagi setiap mahluk hidup untuk terus bertahan. Diperlukan sejumlah syarat lain berupa kekuatan, kecerdikan, keunggulan taktis dan strategis agar tetap bisa bertahan dalam kehidupan. Maka kehidupan, seperti halnya permainan catur, merupakan sekumpulan taktik dan strategi terus-menerus.
Dalam permainan catur –seperti halnya dalam perang fisik, persaingan ekonomi, atau pemberontakan politik– sebuah taktik biasanya diartikan sebagai sebuah langkah segera untuk merespon serangan lawan. Taktik dilakukan untuk membatasi pilihan lawan sehingga meningkatkan keuntungan posisi bagi orang/pemain tersebut dalam tempo sesaat.
Karenanya, pengertian taktik berbeda dengan strategi. Srategi memerlukan beberapa tahapan/langkah untuk memewujudkannya. Karena itu lebih memakan waktu. Tujuannya apalagi kalau bukan mengecoh lawan. Sehingga lawan lengah dan kalah karena lalai mengantisipasi serangan.

(Foto: Lenin dan Maxim Gorky bermain catur)
Tak mengherankan jika para ahli taktik dan strategi dunia menyukai permainan ini. Sebut saja pemimpin revolusi Rusia, Vladimir Ilyich Lenin, atau pendiri negara Kuba, Fidel Castro. Bahkan juga Karl Marx, dan jendral yang sulit dikalahkan dalam pertempuran macam Napoleon Bonaparte.
Untuk itu, tulisan ini akan mengawali tulisan-tulisan lainnya taktik dan strategi dalam permainan catur di medium ini.
in chess we trust
pengasuh
*****
Lihat juga:
****

Jumat, 03 Desember 2010

Kesalahan Membuat Manusia Lebih Baik…

11 Februari 2008
Musik sering disebut bahasa universal. Namun bagi Shawn Moss, penduduk Secaucus, Hudson County, New Jersey, justru caturlah merupakan bahasa universal. Melalui bidak, raja, ratu, dan benteng hitam-putih, permainan ini menyebar ke seluruh pelosok dan menyatukan umat manusia.
ice_chess_jovanka_callum.jpg
Sebagai bukti, Moss menceritakan kisah tentang seorang lawan mainnya pekan lalu.
Moss lalu memperagakan empat jari lawannya saat memakan sebuah bidak, lalu memutarnya keluar-masuk gengamannya sebelum menaruh bidak itu di samping papan caturnya. Lewat peragaan dan informasi yang Moss sampaikan, orang segera tahu lawan mainnya memiliki kelainan fisik.
“Tapi saya harus memberitahu anda,” kata Moss,” laki-laki itu seorang pecatur hebat.”
Dan, di sini tak ada kebohongan tentang siapa yang memenangkan permainan.
Moss lalu bercerita soal pengalamannya bermain dengan orang yang tak dia kenal baik itu di jalan maupun tempat lainnya.
“Saya bermain di bandara. Saya bermain di terminal bus. Lewat catur, saya dapat berjumpa dan bermain dengan sembarang orang meski kami tak saling mengerti karena saya berbahasa Inggris sedangkan lawan saya bicara dengan bahasa lain,” kata Moss. “Namun kami tetap bisa berkomunikasi melalui permainan catur.”
Moss, seorang pria berusia 34 tahun, tak berlaku seperti guru bahasa dalam pengertian klasik. Namun ia merupakan pengajar catur bagi anak-anak di Secaucus selama beberapa tahun terakhir.
Kelas catur biasa diadakan setiap Rabu ketiga setiap bulan di Perpustakaan Umum Secaucus sejak pukul 15.30-17.00, dan rata-rata dihadiri sekitar 6-12 siswa. Moss memperkirakan ia sudah mengajar lusinan anak-anak selama beberapa tahun terakhir.
“Saat saya mengajar,” katanya, “Saya selalu memperlihatkan permainan antara siswa pecatur kuat melawan siswa baru yang masih lemah dalam permainan ini. Hasilnya jelas. Untuk pertama kali, siswa lemah itu akan banyak mengalami kekalahan. Tapi Anda akan lebih banyak belajar dari kekalahan daripada kemenangan.”
Dan apa manfaatnya bagi siswa pecatur tingkat lanjut yang kebanyakan dengan mudah menenggelamkan pecatur baru?
Moss menjelaskan manfaat bagi siswa pecatur tingkat lanjut adalah terus mengembangkan permainannya, sehingga mereka makin mengerti catur, saat mereka menjelaskan aturan dan strateginya ke pecatur pemula.
“Ketika Anda menjelaskan konsep tingkat lanjut ke seorang pecatur pemula, dan pecatur pemula paham apa yang Anda maksud, maka otomatis Anda pun mengerti pada konsep yang Anda ajarkan,” papar Moss.
Sebagai pencinta catur yang selalu membawa kotak permainan kemana pun ia pergi, Moss menyesalkan fakta catur tak diajarkan secara reguler di sistem pendidikan Amerika Serikat (AS). Padahal di 30 negara lebih catur justru mulai diajarkan sejak taman kanak-kanak.
“Jika Anda bandingkan antara AS dan negara-negara itu,” kata Moss, ”nilai rata-rata kami untuk matematika dan sains lebih rendah dari mereka.”
Banyak akademisi dan hasil penelitian menyimpulkan saat catur diajarkan ke kanak-kanak, permainan ini dapat meningkatkan kemampuan anak untuk berpikir abstrak, memilih secara cepat, mengambil pilihan terbaik dari begitu banyak pilihan, membantu berpikir kongkrit, dan membuat fokus pikiran menjadi lebih baik. Demikian menurut Federasi Catur AS.
Pecinta catur lainnya, Benjamin Franklin, memaparkan banyak pelajaran “moral” di permainan ini seperti ia tulis di buku “Autobiography and Other Writings,” sebuah karya yang menurut Moss harus dibaca oleh mereka yang menyukai permainan ini.
Menurut pengamatan Franklin, “Permainan Catur bukan merupakan kesia-siaan, beberapa di antaranya amat berkualitas bagi pikiran, berguna dalam kehidupan manusia, memperkuat moral, sehingga terwujud dalam tingkah laku sehari-hari, untuk kehidupan inilah keajaiban catur dipersembahkan.”
“Saya rasa pelajaran utama yang bisa saya sampaikan ke semua orang, terutama bagi mereka yang baru mengenal permainan ini, adalah kesabaran,” kata Moss. “Di beberapa permainan kekalahan lebih banyak disebabkan karena pemain bergerak tak sabar dan terburu-buru.”
“Satu hal utama yang sering saya ajarkan adalah, jika kamu menyentuh sebuah bidak maka kamu harus menggerakannya segera,” lanjutnya. “Ini seperti juga pengalaman di kehidupan nyata, begitu Anda memutuskan sesuatu hal, terlepas dari baik dan buruk, Anda harus siap menjalani konsekuensinya.”
Walau memandang catur seperti filsafat hidup, Moss sendiri mengaku tak seberapa ingat perkenalannya pada catur.
“Saya rasa saya mulai bermain ketika masih amat muda. Setelah bersekolah saya semakin menyukainya, meskipun saat itu belum ada klub catur,” kenangnya. Ia dan beberapa teman dekatnya kadang bermain saat makan siang. “Dan semakin saya tua semakin banyak saya bermain.”
Sejak saat itu Moss mendapat teman-teman dekatnya melalui permainan catur.
Setahun lalu, saat belajar yoga di sebuah ashram di kawasan New York, seorang peserta wanita senang melihat daftar alamat email yang memasukkan seluruh siswanya. Mereka kemudian sering bermain catur secara online melalui internet dan segera menjadi sahabat.
Moss akan menemui teman-teman barunya beberapa bulan kemudian. Saat ia selesai menyiapkan diri menghadapi Turnamen Catur Terbuka Dunia, yang dijadwalkan akan dimulai musim dingin ini.
Ia berencana paling tidak bermain satu jam sehari sejak sekarang hingga kompetisi itu dimulai.
“Dengan semua hal yang sudah saya pelajari, saya semakin paham semakin banyak yang saya pelajari semakin saya sadar bahwa pengetahuan saya tidak ada apa-apanya,” ujarnya mengenai pengalamannya bermain catur.
Ia lalu melanjutkan, walau siswanya memandang dirinya sebagai master catur, ia akan kembali jadi seorang pemula di turnamen terbuka dunia, saat banyak pecatur lain datang dan memiliki kemampuan lebih dibandingkan dirinya.
Moss sendiri tidak takut kalah. Di atas itu semua, ia yakin kesalahan dan kekalahan justru membuatnya menjadi lebih baik.
****